#Prestasi/pencapaian
Challenge day 8
"Pemenang lomba pidato tahun ini jatuh kepada peserta dengan nomor urut ... 12," sorak sorai membahana sesaat setelah sang pembawa acara mengumumkan juara lomba yang ia ikuti. Hatinya diliputi rasa syukur. Sorot matanya berbinar. Bibirnya menyunggingkan senyum. Untuk sampai pada titik ini baginya adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Ia telah belajar banyak hal. Ia telah berhasil melawan dirinya sendiri. Dan hal yang terpenting adalah ia telah berhasil mematahkan pendapat banyak orang. Katanya seorang introvert seperti dirinya tak pandai berbicara terlebih di depan khalayak. Ia bahagia dengan pencapaian dirinya saat ini. Ia berjanji akan banyak belajar untuk dapat lebih baik lagi. Perlahan ia mengusap nomor urut peserta yang sejak tadi dalam genggamannya, 10.
#Kegagalan
Challenge day 9
Banyak orang yang gagal di saat detik-detik keberhasilan akan mereka gapai.
Pepatah itu selalu tersemat dalam hati. Betapa meruginya diri kita di saat selangkah lagi akan menggapai apa yang dicita-citakan tetapi kita menyerah begitu saja. Aku perlahan mulai menerima kegagalan sebagai pelajaran hidup. Memetik hikmah dari setiap kegagalan yang terjadi dan berupaya untuk dapat lebih baik lagi.
#Aku/Saya
Challenge day 10
Diri ini selalu merasa kekurangan. Kurang paham, kurang pandai, kurang bisa, kurang tahu, dan masih banyak lagi. Karenanya aku akan terus belajar agar dapat memahami dan banyak tahu tentang segala hal.
Diri ini selalu merasa iri. Iri pada mereka yang berilmu dan pandai dalam segala hal. Karenanya kucoba memungut ilmu yang mereka miliki, kupahami dan kuterapkan.
Diri ini selalu merasa sedih. Sedih jika aku menjadi orang tidak berguna. Karenanya kucoba selalu untuk berbagi meski setitik yang kupunya agar kelak menjadi ladang pahala bagiku. Menjadi orang yang dapat memberi warna di lingkungan di mana pun aku berada.
#Kebahagiaan
Challenge day 11
Bahagia tercipta di kala perasaan itu tertanam kuat dalam hati. Perasaan yang akan tergambar jelas dan tak bisa diukur dengan hal apapun. Menerima setiap apa yang telah digariskan oleh-Nya akan membuat kebahagiaan itu makin meluap dalam diri. Namun jika kebahagiaan itu kita tempatkan dalam pandangan orang lain, hati kita tidak akan pernah dihampiri rasa bahagia. Selalu merasa kurang, membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. Senantiasa mengejar apa yang orang lain miliki demi kepuasan diri dan demi pujian orang lain. Nauzubillah. Semoga kita menjadi orang yang selalu bahagia dengan mensyukuri apa yang kita miliki.
#Berani/Keberanian
Challenge day 12
Sesuatu yang besar dalam hidup selalu berawal dari sebuah langkah kecil yang memerlukan keberanian. Berani menantang diri sendiri. Berani untuk terus melangkah. Berani melakukan hal-hal baru dalam hidup. Berani berspekulasi terhadap semua hal yang kita ambil. Berani mengalahkan ego sendiri. Berani mengecap perih. Berani mengalah untuk menang. Berani melawan rasa ragu yang muncul dalam diri. Berani membuang pikiran negatif. Berani menyingkirkan rasa malas. Teruslah melangkah dengan penuh keberanian dan bersiaplah merengkuh hal besar dalam hidup!
#Kenangan
Challenge day 13
Kenangan itu muncul dalam pikiranku. Tergambar jelas dalam dinding kamar yang sedang kupandangi. Serupa film yang menampilkan slide demi slide kisah perjalanan hidupku. Sedih, haru, bahagia, perih, sakit, kecewa, dan perasaan lain yang pernah menepi dalam hati berbaur menjadi satu. Semuanya menjadi pengalaman hidup yang sulit untuk dilupakan. Menjadi momen berharga yang mewarnai hidup. Mencari hikmah di setiap kejadian yang menimpa diakhiri dengan bertafakur, tadzakur, dan bersyukur pada Sang Pemilik Kehidupan.
#Istimewa
Challenge day 14
Kau teramat istimewa bagiku yang tak patut mendapatkan sosok sepertimu. Seolah hadir ke dunia ini hanya untuk menemani hidupku. Mengobati luka lama yang telah lama tertoreh dalam diri. Menyempurnakan hidupku dan memberi warna yang indah.
#Jujur
Challenge day 15
Seorang petugas kebersihan di sebuah stasiun kereta api menjadi viral karena kejujurannya dalam mengembalikan uang sejumlah setengah milyar yang ditemukan pria tersebut kepada pemiliknya. Dalam kasus lain aksi viral seorang pria mendapat pujian khalayak saat ia mengembalikan segepok uang yang ditemukannya di atas mesin ATM. Uang itu diberikan kepada satpam setempat lalu diserahkan kepada sang pemilik. Kejadian langsung yang saya alami pula adalah ketika abang sate mengucap terima kasih berulang kali karena suami saya mengembalikan kelebihan uang kembalian kepadanya. Tak seberapa memang, tetapi abang sate itu berujar pembeli yang lain banyak yang tidak jujur. Seringkali jika ia keliru menghitung jumlah uang dan pembeli tidak mengembalikan uang. Bahkan ada yang berpura-pura telah memberikan uang padahal belum ia terima. Begitu mahalnyakah nilai kejujuran di negeri kita tercinta ini sehingga orang-orang yang jujur menjadi amat langka? Padahal jika menilik kepada ajaran agama, jika kita menemukan uang barang sepeser pun maka kita harus mengumumkan berita kehilangan uang tersebut hingga kembali kepada pemiliknya. Sungguh amanah yang berat. Semoga kita semua menjadi orang yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
#Rumah
Challenge day 16
Rumah di ujung jalan itu tampak tak terurus. Penuh debu dan kotoran. Cat yang menempel di dindingnya sudah tampak mengelupas. Atapnya depan rumahnya sudah lapuk sehingga beberapa gentengnya jatuh ke tanah. Penampakan yang jauh berbeda saat beberapa tahun silam ketika sang empunya rumah, Nek Minah, belum meninggal. Rumah itu tampak terurus meski sederhana. Riuh oleh gelak tawa sang anak dan beberapa orang cucunya yang kerap berlari di halaman depan rumahnya. Pohon jambu air yang berdiri tegak di depan rumah menaungi dari sengatan matahari di siang hari. Jika musim berbuah tiba, anak dan cucu Nek Minah akan beramai-ramai memanjat lantas berkumpul untuk memakan rujak jambu kesukaan mereka.
Sekarang semuanya berubah. Sejak pertikaian yang terjadi antara anak-anak Nek Minah. Terdapat tulisan "Rumah ini disita oleh Bank". Kerap terdengar adu mulut di antara mereka. Nek Minah pun tak lama meninggal disusul dengan beberapa orang anaknya yang menghadap Ilahi. Hanya tersisa anak bungsunya yang masih hidup dan memilih membiarkan rumah itu rapuh dimakan usia.
#Ujian
Challenge day 17
Pagi itu anak lelaki berusia 7 tahun itu tengah bersiap untuk memetik ilmu di sekolah. Ia berangkat lebih pagi dari biasanya karena hari ini adalah hari pertama ia mengikuti ujian semester di sekolahnya. Sang ibu menyemangati meski terselip rasa khawatir dalam dirinya. Selama ini pembelajaran dilakukan secara daring, tetapi ujian sekolah dilakukan secara luring di sekolah. Tak heran ia cemas jika sang anak tak bisa melewati masa ujian.
Namun anak lelaki bertubuh tinggi dan sedikit gempal itu tampak biasa saja. Tak gugup sedikit pun. Seulas senyum tampak tersungging di bibir mungilnya. Ia tampak bersemangat berjalan menuju gerbang sekolah. Ia pun melambaikan tangan sesaat sebelum ia memasuki ruangan kelas. Ibunya tampak tersenyum. Terselip doa untuk anak tercinta.
"Semoga hingga besar nanti kau akan dapat setenang dan sebahagia itu dalam mengahadapi ujian hidupmu kelak," ia membatin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar