LATAR BELAKANG
Kegiatan membaca dapat mengolah rasa, mengasah kepekaan dan membangun kesadaran. Selain itu membaca mampu mengasah rasa, menumbuhkan nilain dan membangun karakter.
Untuk menumbuhkan budaya baca di sekolah dapat dilakukan melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang literat. Hal ini dapat dilakukan dengan menghadirkan konteks pembelajaran yang literat, yaitu kondisi yang membuat warga sekolahnya menyenangkan dan ramah anak sehingga semua warga memiliki kepedulian, rasa ingin tahu dan dapat berkomunikasi dengan baik.
Terdapat tiga teknis dalam dalam pelaksanaan GLS yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pada tahap pembiasaan dapat dilakukan dengan mulai membiasakan murid untuk membaca buku baik dengan membaca nyaring atau membaca di dalam hati. Pada tahap pengembangan kegiatan yang dilakukan misalnya menulis ringkasan atau ulasan dari buku yang sudah dibaca atau menceritakan buku yang telah dibaca. Pada tahap pembelajaran kegiatan yang dilakukan misalnya mewajibkan murid membaca dan memanfaatkan buku nonteks pelajaran.
DESKRIPSI AKSI NYATA
Aksi nyata di sekolah kami dilakukan secara berkolaborasi bersama rekan Calon Guru Penggerak. Kegiatan dimulai dengan mengajak rekan guru yang lain untuk berbagi informasi dalam komunitas praktisi. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Ruhdin Hidayat S.Ag, M.M selaku kepala sekolah. Setelah itu kami menyampaikan inti materi dalam modul budaya positif.
Kegiatan selanjutnya saya pun menyampaikan program GLS “What book are you reading?” yang merupakan tahap pengembangan dalam kegiatan GLS. Kegiatan ini dapat dilakukan selama lima menit di awal sebelum pelajaran pertama dimulai dengan dibimbing oleh guru mata pelajaran pada jam pertama. Secara bergiliran murid maju ke depan kelas untuk menceritakan buku yang telah dibaca dalam setiap harinya. Dalam pemilihan murid yang akan bercerita dapat dilakukan secara random agar mereka semua dapat mempersiapkan diri jika harus tampil ke depan kelas.
Tujuan dari kegiatan ini murid menjadi terbiasa dalam membaca buku. Selain itu juga melatih kepercayaan diri untuk berbicara di depan kelas. Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang literat.
HASIL AKSI NYATA
Dari hasil aksi nyata ini murid menjadi terbiasa dalam membaca buku. Mereka pun tergerak untuk meminjam buku ke perpustakaan sekolah dan berlatih menceritakan buku yang telah mereka baca. Jika ada waktu luang, mereka memilih untuk membaca buku di dalam kelas. Hal ini diharapkan dapat menjadi sebuah budaya positif yang akan mengakar di sekolah kami.
KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN DALAM PROSES PELAKSANAAN
Keberhasilan dalam kegiatan ini adalah menumbuhkan budaya baca pada murid. Selain itu menumbuhkan rasa percaya diri ketika berbicara di depan kelas.
Sementara kegagalan dalam kegiatan ini yaitu minimnya waktu yang digunakan mengingat jam pelajaran pada saat kegiatan tatap muka terbatas seperti ini memang cukup singkat sehingga khawatir mengganggu jam belajar.
RENCANA PERBAIKAN
Rencana perbaikan dari proses aksi nyata ini adalah adanya penambahan waktu kegiatan namun tetap tidak mengganggu jam belajar. Kemudian kegiatan ini tidak hanya dilakukan di dalam kelas, namun dapat dilakukan di luar kelas pada kegiatan pembiasaan literasi yang dilakukan setiap hari Jumat pagi di sekolah kami.
DOKUMENTASI
Kegiatan presentasi materi dan penyampaian program
Kegiatan “What book are you reading?” di dalam kelas