Kamis, 14 April 2022

Menggemakan Program Gema Spansak (Gerakan Membaca SMPN 1 Cisalak)

 

Aksi Nyata Modul 3.3

Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

Menggemakan Program Gema Spansak (Gerakan Membaca SMPN 1 Cisalak)

 

Ria Triana, S.Pd.,Gr.

CGP Angkatan 3 Kabupaten Subang

SMPN 1 Cisalak

 

 

Literasi dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif serta menumbuhkan budi pekerti siswa. Hal ini sejalan dengan materi pada modul sebelumnya bahwa dengan budi pekerti, setiap manusia berdiri sebagai manusia. SMPN 1 Cisalak sudah menjalankan kegiatan literasi dengan baik. Kegiatan literasi yang dilakukan mampu menginspirasi sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Hal ini salah satunya karena peran orang tua murid di sekolah kami yang sangat mendukung kegiatan ini. Pustakawan pun berperan aktif dalam menyediakan buku-buku yang diperlukan. Tak jarang sekolah-sekolah lain pun mengajak untuk berkolaborasi dalam kegiatan. Dari hal tersebut sepertinya pemilihan duta literasi dirasa perlu agar lebih memotivasi kegiatan literasi di sekolah kami.

Saat kita merancang kegiatan atau program sekolah, murid harus menjadi pertimbangan utama. Kita semua sepakat bahwa murid dapat melakukan lebih dari apa yang diinstruksikan oleh guru. Mereka memiliki kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka. Hal itu pula yang saya terapkan dalam program dirancang, yaitu pemilihan duta literasi untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis serta mengembangkan kegiatan literasi di sekolah melalui "Gema Spansak" (Gerakan Membaca SMPN 1 Cisalak). Program ini mendorong 'suara' murid karena mereka dilibatkan dalam perencanaan program. 'Pilihan' murid pun didorong pada saat mereka diajak untuk membuka cakrawala bahwa ada berbagai pilihan sebagai bahan pertimbangan dalam sebuah keputusan. Kegiatan ini juga mempromosikan 'kepemilikan' murid pada saat melakukan diskusi mengenai bahan bacaan apa yang mereka minati.

Program ini diawali dengan diskusi bersama kepala sekolah, para pembimbing literasi, dan juga murid yang tergabung dalam ekstrakurikuler literasi terkait program yang akan dilaksanakan. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan survei minat membaca dan menulis anak melalui google form. Kegiatan selanjutnya yaitu curah pendapat bersama murid untuk mengetahui program membaca dan menulis yang menarik selama ini sekaligus dapat menguatkan kegiatan literasi di sekolah. Pembahasan diskusi dilanjutkan dengan menggali pengetahuan murid terkait peran duta literasi di sekolah. Ruang dialog pun dilaksanakan secara virtual melalui google meet untuk membahas hasil survei siswa dan menggali mimpi atau harapan murid serta dampak program yang dilakukan terhadap kemajuan sekolah. Diskusi berlangsung hangat di antara Kepala Sekolah, para pembimbing literasi, pustakawan, rekan guru yang lain, orang tua murid dan tentunya para murid yang menjadi calon duta literasi. Pekan selanjutnya kami membentuk kelompok kerja yang melibatkan semua pihak termasuk melibatkan murid dalam kepanitiaan.

Saat menjalankan aksi nyata saya merasa bahagia dan semangat melihat antusiasme murid dalam mengikuti program ini. Dukungan dari kepala sekolah dan semua pihak yang terkait pun sangat membantu kelancaran dalam program yang dijalankan. Murid pun mulai mengisi kartu baca harian dan tak lupa mengomentari bacaan yang telah dibaca. Orang tua  antusias mendukung dan mendampingi putra-putri mereka. Kegiatan akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Setelah itu akan dilanjut dengan tahapan seleksi berikutnya. Saya kembali meyakinkan diri bahwa melalui koordinasi yang baik dengan kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, orang tua murid, serta melalui kolaborasi yang saya bangun dengan para pembimbing literasi, rekan guru yang lain dan murid tentunya, kegiatan akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Setelah kegiatan diluncurkan, tampak minat membaca murid semakin meningkat. Mereka lebih intens mengunjungi perpustakaan sekolah. Selain itu mereka saling bertukar buku yang mereka miliki. Tampaknya mereka mulai merasakan bahwa membaca itu adalah sebagai suatu kebutuhan. Kesadaran mereka untuk mulai memilah sampah pun sudah dimulai dari rumah. Mereka semakin kreatif membuat hasil karya dari apa yang mereka baca. Namun terdapat beberapa hal yang menjadi kekhawatiran. Berdasarkan hasil survei terkait minat membaca, mereka lebih tertarik kepada buku fiksi yang berupa novel atau cerpen. Sementara buku yang tersedia di perpustakaan untuk jenis buku tersebut masih terbilang kurang. Buku yang tersedia masih didominasi oleh koleksi buku lama.

Dari diskusi dan koordinasi yang dilakukan, terdapat beberapa hal yang akan dilaksanakan sebagai solusi atas permasalahan yang muncul. Guru dapat mengarahkan murid untuk membaca beberapa buku non fiksi seperti ensiklopedi, biografi, dan lain sebagainya. Hal ini terkait dengan kegiatan di tahap seleksi selanjutnya, yaitu akan diberikan materi mengenai literasi numerasi, sains, budaya, digital dan finansial. Dengan demikian setidaknya mereka akan membaca buku-buku non fiksi sebagai referensi. Sementara untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam membaca buku fiksi, mereka dapat membaca novel atau cerpen di internet dengan catatan harus didampingi oleh orang tua di rumah. Hal tersebut karena khawatir buku yang dibaca tidak sesuai usia mereka atau bahkan mengandung unsur SARA.

Saya sangat berharap langkah kecil yang tertuang melalui program ini dapat memberikan dampak yang luar biasa untuk meningkatkan mutu sekolah melalui kegiatan literasi. Menjadikan warga sekolah yang literat dan berkarakter sehingga dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila. Salam literasi! Salam guru penggerak!


                Gambar 1 Diskusi program “Gema Spansak” bersama Kepala Sekolah dan Wakasek

 


 

 

                                                    Gambar 2 Sesi dialog bersama murid

 


Gambar 3 Musyawarah kerja dan sosialisasi program "Gema Spansak"









                            Gambar 4 Musyawarah kerja dan sosialisasi program "Gema Spansak"

 




                                                Gambar 5 Pembentukan Kelompok Kerja

 

                                                                                

4 komentar:

  1. Sangat ispiratif sekali, literasi merupakan gerbang awal pengetahuan. Ayat pertama turunpun memerintahkan untuk berliterasi. Sukses buat bu ria...

    BalasHapus
  2. Masyaalloh Tabarokalloh.... kegiatan yang mulia ini didukung oleh stekholder dan tim yang solid pasti hasilnya luar biasa. Semoga jadi inspirasi bagi sekolah yang lain dan sukses berkah untuk GEMA SPANSAK... menciptakanS generasiL literat, bermanfaat, dan bermartabat. Amin yra 🤲
    Salam Literasi!

    BalasHapus
  3. Program yang baik sekali. Semoga pelaksanaannya diberikan kemudahan dan kelancaran demi mewujudkan murid yang literat. Keep inspiring!

    BalasHapus

Kelas Kreatif Writing Challenge

#Lupa Challenge 18 "PR-nya sudah dikerjakan?" tanyaku. "Belum, Bu. Lupa," jawab muridku sekenanya sambil melukis senyum ...